RESENSI
(NOVEL FIKSI)
(NOVEL FIKSI)
Judul :
Pada Senja Yang Membawamu Pergi
Penulis :
Boy Candra
Ukuran :
13 X 19 Cm
Genre :
Romance
Jumlah Hal. : 256 BW
Bahan Isi : Book Paper
57,5
Bahan Cover : Ivory 230
Jilid :
Soft Cover
ISBN :
9789797808648
Tahun Terbit : 2016
Harga :
Rp65.000
Sinopsis Buku:
Apakah kau ingat saat kita berjanji untuk saling
membahagiakan? Katamu, setiap perasaan yang tumbuh adalah sebuah alasan. Alasan
bahwa hati patut dipertahankan. Namun, cinta saja belum cukup menyatukan mimpi
yang berbeda di antara kita. Dan, menepati janji ternyata tak semudah
mengucapkannya.
Apakah kau juga tahu bahwa kenangan bersamamu selalu
muncul tiba-tiba? Tak ada satu perasaan pun yang mempu kusembunyikan ketika
mengingatmu. Namun, aku sadar. Harapan-harapan yang dulu sempat memudar, harus
kubangun lagi dan kumulai. Bukankah tak salah bila aku ingin mengulang rasa
yang dulu pernah ada? Meski kitahu, rasa itu tak akan benar-benar sama.
Karena, cinta bukan tentang bagaimana rasa itu jatuh,
melainkan bagaimana ia tetap bisa hidup di dada yang rapuh.
Sinopsis Saya :
Gian, yang biasa dipanggil gie adalah
seorang mahasiswa Administasi Pendidikan di salah satu Universitas
di Padang, Sumatra Barat bersama ketiga temannya yakni putri, andre dan randi.
Suatu hari, gie yang sedang dalam perjalanan mendapat pesan singkat dari kaila
yang sedang menunggu kedatang gie untuk merayakan hari jadi hubungan mereka,
sayangnya pada hari itu gie tidak bias datang tepat waktu karena terhalang oleh
lebatnya hujan.
Gie berusaha menjelaskan apa yang terjadi
kepada kaila namun kaila merasa kesalahan gie sudah keteralaluan yang
menyebabkan hubungan mereka berdua menjadi renggang. Selang beberapa hari kaila
pun mau menemui gie, namun pada harijuga kaila memberanikan diri untuk
mengakhiri hubuungannya dengan gie karena perbedaan latar belakang keluarga
mereka. Gie berasal dari keluarga sederhana ayahnya hanya seorang guru Bahasa
Indonesia di kampong sedangkan ayah kaila adalah salah satu pengusaha sukses di
kota Padang.
Setelah perpisahannya dengan kaila, gie
memutuskan focus pada kuliahnya dan mengerjakan skripsi seperti yang diinginkan
ayahnya untuk menyelesaikan kuliahnya tepat waktu. Selang beberapa bulan, di
Pemandian Tirta Alami – Sumatra Barat. Saat gie, putri, andre dan randi liburan
bersama disanalah gie tidak sengaja bertemu dengan aira seorang gadis cantik.
Sesampainya dikos gie terus saja kepikiran dengan gadis itu dan bertanya-tanya
siapa nama gadis yang di temuinya tadi.
Haripun berganti, putri sudah wisuda
mendahului ketiga sahabatnya. Di acara wisuda putri sekali lagi secara tidak
sengaja gie bertemu dengan aira gadis yang ia temui di Pemandia Tirta Alami, gie
memberanikan diri mengajak aira ngobrol dan memintai kontak nya. Mereka semakin
hari semakin dekat hingga pada suatu hari aira mengajak gie pergi di pagi buta,
mereka berdua pergi ke pasar, makan bersama, pergi ke Family Karaoke disiang
hari dan ke Panorama Sitinjau Lauik pukul 16:58 WIB dengan suasana senja yang
indah mereka berbincang-bincang hingga tak terasa pukul tujuh malam waktuya
pulang namun, aira meminta waktu tujuh menit lagi untuk menatap lampu kota yang
terlihat indah dari sana.
Semenjak hari itu aira tidak ada kabar
dan tida bisa dihubungi hingga gie mencoba mendatangi rumah nenek aira. Namun,
aira tidak ada neneknya yang keluar dengan membawa selembar amplop titipan dari
aira. Gie pun penasaran dengan isi amplop tersebut dan membukanya dan tertulis
bahwa intinya aira sudah pergi ke Tohoku University Japan untuk melanjutkan
sekolahnya aira juga mengatakan bahwa ia jatuh hati pada gie. Gie pun merasa
sakit yang teramat dalam ia pun segera menelfon ibundanya di kampong dan
menceritakan semuanya.
Tepat 5 bulan berlalu setelah kepergian
aira, gie wisuda. Akhirnya gie menepati janji nya pada ayahnya dulu untuk
wisuda tepat waktu. Dimalam harinya gie dan ketiga sahabatnya menghabiskan
waktu bersama setelah kepergian putri ke Jakarta dan disusul andre untuk
mencari pekerjaan.
Setelah wisuda, Gie memutuskan untuk
mengelola bimbingan belajar yang dibuat ayahnya dulu. Tiba-tiba dering
telepondari putri di Jakarta yang memberi kabar bahwa putri dan andre akan
segera menikah sedangkan randi memutuskan untuk menikahi janda anak satu.
Sudah tiga tahun sejak kepergian aira,
gie memutuskan untuk mengunjungi aira ke Jepang. Merek menghabiskan waktu
bersua selama 3 hari di Jepang setelah itu gie harus kembali lagi ke Indonesia
dan mengelola bimbel. Gie meninggakan Tokyo saat senja mulai jatuh disana ia
memutuskan untuk menunggu aira pulang satu tahun lagi dan untuk pertama kalinya
aira berkata “aku mencintaimu” langsung dari bibirnya dihadapan gie. Gerimis
yang membasahi pipi aira semakin deras namun, gie tetap menguatkan hati untuk
meninggalkan aira.
Kelebihan Novel :
1. Bahasanya sederhana dan mudah dipahami.
2. Keterangan latar suasana, tempat maupun
waktu jelas.
3. Covernya menarik, unik.
4. Dapat menjadi pelajaran karena
menceritakan masa kuliah.
Kelemahan Novel :
1. Alur ceritanya mudah ditebak.
2. Harganya mahal.

