Selasa, 29 Oktober 2019

RESENSI (BUKU NON FIKSI)



RESENSI
(NOVEL FIKSI)



 



Judul               : Pada Senja Yang Membawamu Pergi

Penulis             : Boy Candra

Ukuran            : 13 X 19 Cm

Genre              : Romance
Jumlah Hal.     : 256 BW
Bahan Isi         : Book Paper 57,5
Bahan Cover   : Ivory 230
Jilid                 : Soft Cover
ISBN               : 9789797808648
Tahun Terbit    : 2016
Harga              : Rp65.000



Sinopsis Buku:
Apakah kau ingat saat kita berjanji untuk saling membahagiakan? Katamu, setiap perasaan yang tumbuh adalah sebuah alasan. Alasan bahwa hati patut dipertahankan. Namun, cinta saja belum cukup menyatukan mimpi yang berbeda di antara kita. Dan, menepati janji ternyata tak semudah mengucapkannya.
Apakah kau juga tahu bahwa kenangan bersamamu selalu muncul tiba-tiba? Tak ada satu perasaan pun yang mempu kusembunyikan ketika mengingatmu. Namun, aku sadar. Harapan-harapan yang dulu sempat memudar, harus kubangun lagi dan kumulai. Bukankah tak salah bila aku ingin mengulang rasa yang dulu pernah ada? Meski kitahu, rasa itu tak akan benar-benar sama.
Karena, cinta bukan tentang bagaimana rasa itu jatuh, melainkan bagaimana ia tetap bisa hidup di dada yang rapuh.

Sinopsis Saya :

Gian, yang biasa dipanggil gie adalah seorang mahasiswa Administasi Pendidikan  di salah satu Universitas di Padang, Sumatra Barat bersama ketiga temannya yakni putri, andre dan randi. Suatu hari, gie yang sedang dalam perjalanan mendapat pesan singkat dari kaila yang sedang menunggu kedatang gie untuk merayakan hari jadi hubungan mereka, sayangnya pada hari itu gie tidak bias datang tepat waktu karena terhalang oleh lebatnya hujan.

Gie berusaha menjelaskan apa yang terjadi kepada kaila namun kaila merasa kesalahan gie sudah keteralaluan yang menyebabkan hubungan mereka berdua menjadi renggang. Selang beberapa hari kaila pun mau menemui gie, namun pada harijuga kaila memberanikan diri untuk mengakhiri hubuungannya dengan gie karena perbedaan latar belakang keluarga mereka. Gie berasal dari keluarga sederhana ayahnya hanya seorang guru Bahasa Indonesia di kampong sedangkan ayah kaila adalah salah satu pengusaha sukses di kota Padang.

Setelah perpisahannya dengan kaila, gie memutuskan focus pada kuliahnya dan mengerjakan skripsi seperti yang diinginkan ayahnya untuk menyelesaikan kuliahnya tepat waktu. Selang beberapa bulan, di Pemandian Tirta Alami – Sumatra Barat. Saat gie, putri, andre dan randi liburan bersama disanalah gie tidak sengaja bertemu dengan aira seorang gadis cantik. Sesampainya dikos gie terus saja kepikiran dengan gadis itu dan bertanya-tanya siapa nama gadis yang di temuinya tadi.

Haripun berganti, putri sudah wisuda mendahului ketiga sahabatnya. Di acara wisuda putri sekali lagi secara tidak sengaja gie bertemu dengan aira gadis yang ia temui di Pemandia Tirta Alami, gie memberanikan diri mengajak aira ngobrol dan memintai kontak nya. Mereka semakin hari semakin dekat hingga pada suatu hari aira mengajak gie pergi di pagi buta, mereka berdua pergi ke pasar, makan bersama, pergi ke Family Karaoke disiang hari dan ke Panorama Sitinjau Lauik pukul 16:58 WIB dengan suasana senja yang indah mereka berbincang-bincang hingga tak terasa pukul tujuh malam waktuya pulang namun, aira meminta waktu tujuh menit lagi untuk menatap lampu kota yang terlihat indah dari sana.

Semenjak hari itu aira tidak ada kabar dan tida bisa dihubungi hingga gie mencoba mendatangi rumah nenek aira. Namun, aira tidak ada neneknya yang keluar dengan membawa selembar amplop titipan dari aira. Gie pun penasaran dengan isi amplop tersebut dan membukanya dan tertulis bahwa intinya aira sudah pergi ke Tohoku University Japan untuk melanjutkan sekolahnya aira juga mengatakan bahwa ia jatuh hati pada gie. Gie pun merasa sakit yang teramat dalam ia pun segera menelfon ibundanya di kampong dan menceritakan semuanya.

Tepat 5 bulan berlalu setelah kepergian aira, gie wisuda. Akhirnya gie menepati janji nya pada ayahnya dulu untuk wisuda tepat waktu. Dimalam harinya gie dan ketiga sahabatnya menghabiskan waktu bersama setelah kepergian putri ke Jakarta dan disusul andre untuk mencari pekerjaan.

Setelah wisuda, Gie memutuskan untuk mengelola bimbingan belajar yang dibuat ayahnya dulu. Tiba-tiba dering telepondari putri di Jakarta yang memberi kabar bahwa putri dan andre akan segera menikah sedangkan randi memutuskan untuk menikahi janda anak satu.

Sudah tiga tahun sejak kepergian aira, gie memutuskan untuk mengunjungi aira ke Jepang. Merek menghabiskan waktu bersua selama 3 hari di Jepang setelah itu gie harus kembali lagi ke Indonesia dan mengelola bimbel. Gie meninggakan Tokyo saat senja mulai jatuh disana ia memutuskan untuk menunggu aira pulang satu tahun lagi dan untuk pertama kalinya aira berkata “aku mencintaimu” langsung dari bibirnya dihadapan gie. Gerimis yang membasahi pipi aira semakin deras namun, gie tetap menguatkan hati untuk meninggalkan aira.


Kelebihan Novel :

1.      Bahasanya sederhana dan mudah dipahami.

2.      Keterangan latar suasana, tempat maupun waktu jelas.

3.      Covernya menarik, unik.

4.      Dapat menjadi pelajaran karena menceritakan masa kuliah.


Kelemahan Novel :

1.      Alur ceritanya mudah ditebak.

2.      Harganya mahal.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar